<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ada apa dengan kita??</title>
	<atom:link href="http://4gusetiyo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://4gusetiyo.wordpress.com</link>
	<description>Selangkah lebih Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Feb 2008 06:39:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='4gusetiyo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ada apa dengan kita??</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://4gusetiyo.wordpress.com/osd.xml" title="Ada apa dengan kita??" />
	<atom:link rel='hub' href='http://4gusetiyo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah, Pertama kali di Arsip Daerah</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com/2008/01/21/sejarah-pertama-kali-di-arsip-daerah/</link>
		<comments>http://4gusetiyo.wordpress.com/2008/01/21/sejarah-pertama-kali-di-arsip-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 08:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4gusetiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas MK BimKar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://4gusetiyo.wordpress.com/2008/01/21/sejarah-pertama-kali-di-arsip-daerah/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kunjungan yang pertama kali di Arsip daerah Mahasiswa Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu wajahnya nampak berseri dan bersemangat. Walaupun dengan sambutan yang begitu hangat namun ramah para Arsiparis tetap menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya. Pertama-tama kami (±40 orang dari mahasiswa sejarah) berkumpul disuatu ruang (Ruang D) sebelum kami melihat arsip-arsip yang disimpan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=33&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kunjungan yang pertama kali di Arsip daerah Mahasiswa Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu wajahnya nampak berseri dan bersemangat. Walaupun dengan sambutan yang begitu hangat namun ramah para Arsiparis tetap menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya. Pertama-tama kami (±40 orang dari mahasiswa sejarah) berkumpul disuatu ruang (Ruang D) sebelum kami melihat arsip-arsip yang disimpan dan mencari tahu bagaimana cara atau teknik penyimpanannya. Di ruang D tersebut diperkenalkan para staf yang menangani arsip-arsip daerah yang b<span id="more-33"></span>ertemat di Bajarbaru oleh Ibu Mawar, mulai dari ketua, wakil, sekretaris dan para Arsiparisnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu mulailah terjalin hubungan kerjasama antara Dinas Arsip Daerah dengan mahasiswa terutama Prodi sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP-UNLAM) Banjarmasin. Hal tersebut disampaiakan oleh Bapak Dr. Hery Porda NP, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam, Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd dan Drs. Bambang Subiyakto selaku Dosen serta pengasuh mata kuliah Bimbingan Karya Ilmiah FKIP-Unlam.</p>
<p>Setelah acara perkenalan berakhir maka tiba saatnya menelusuri dan melihat cara, jenis dan manfaat dari arsip. Arsip yang diterima dari berbagai intansi pemerintahan dikumpulkan dan dipilah menurut jenis intansi dan angka tahunnya. Kemudian setelah dipilah-pilah sesuai dengan prosedur yang ada maka arsip itu disimpan untuk kemudian digunakan sesuai fungsinya masing-masing.</p>
<p>Arsip yang sudah diolah terbagi jenisnya menjadi:<br />
Arsip konvensional    : Berupa catatan yang berbahan dasar kertas atau sejenisnya.<br />
Arsip media baru    : Arsip-arsip yang berasal dari media modern seperti Hardrive, Flash Disk, Disket, dan sejenisnya biasanya berupa gambar dan video.<br />
Menurut sifatnya ada arsip yang bersifat permanen dan non permanaen. Arsip permanen adalah arsip yang disimpan selamanya. Arsip ini biasanya bersifat dan berbau peristiwa sejarah sehingga penting untuk dijaga keasliannya. Sedangkan arsip non permanen adalah arsip yang penyimpanannya hanya sekian tahun saja (menurut jenis arsip dan intansi arsip itu berasal) setelah diperkirakan tidak layak untuk disimpam lagi maka arsip-arsip non permanen itu dilakukan penyusutan dengan cara di cacah/dipotong-potong, dibubur daan dibakar. Namun bapak Samadi yang merupakan senior arsiparis Banjarbaru menganjurkan kalau bisa cara penyusustan arsip dengan cara dibakar jangan sampai terjadi karena akan menimbulkan polusi udara, beliau menyarankan dengan cara dicacah atau dibubur selain tidak menimbulkan polusi arsip yang sudah tidak berguna itu ada manfaaatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/4gusetiyo.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/4gusetiyo.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=33&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://4gusetiyo.wordpress.com/2008/01/21/sejarah-pertama-kali-di-arsip-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/121fbca02f6c6ca84dd37a1ee859e805?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">4gusetiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunisme</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/komunisme/</link>
		<comments>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/komunisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 09:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4gusetiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/komunisme/</guid>
		<description><![CDATA[A.Konsep dan Pengertian Komunisme Komunisme adalah suatu ideologi didunia, selian kapitalis dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereke itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh. Istilah komunisme sering dicampuradukan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis diseluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=20&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A.Konsep dan Pengertian Komunisme</strong><br />
Komunisme adalah suatu ideologi didunia, selian kapitalis dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereke itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.<br />
Istilah komunisme sering dicampuradukan dengan Marxisme. <span id="more-20"></span>Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis diseluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme Leninisme”.<br />
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran partai komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian Buruh  hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai “think-tank”. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi “tumpul” dan tidak lagi diminati.<br />
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti Liberalis.<br />
Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan Laos.</p>
<p><strong>B.Ciri p|Pokok Komunisme</strong></p>
<ol>
<li>Sifatnya atheis tidak mengimani adanya Tuhan. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau berfikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berfikir  Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.</li>
<li>Kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna lagi seperti rongsokan mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.</li>
<li>Mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). Selain pada tahun 1927 mengadakan pembersihan kaum feodal atau tuan tanah.</li>
<li>Mempunyai doktrin the permanent atau continous revolusion (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go International.</li>
<li>Mempunyai program tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa jelas, dan semua orang sama.</li>
<li>Dalam dunia politik komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu komunis.</li>
</ol>
<p><strong>C.Faham Komunisme</strong><br />
Untuk dapat memahami hempasan modern Komunisme, kita harus mengulangi kembali beberapa fakta yang telah kita lukiskan terlebih dahulu. Salah sebuah diantaranya ialah proses yang memungkinkan penabungan cukup banyak modal guna mendorong revolusi Industri, yang lain ialah akibat revolusi itu ketika ia meluas melewati samudra Atlantik dan memeluk sekuruh rakyat dunia. Dalam kedua hal tersebut, telah kita lihat, prosesnya mengandung banyak yang ganas, tanpa perhitungan dan berbencana; Komunisme merupakan jawaban terhadap pergolakan-pergolakan ini, dan dirinya sendiri pun adalah ganas dan berbencana pula, walaupun ia mengakui telah menemukan hukum-hukum sejarah yang “objektif’ ia pun sebagian besar tidak berbencana dan buta.<br />
Komunisme telah berumur 100 tahun lebih. Meskipun demikian pokok-pokok pikirannya mengenai masyarakat industri tidak berubah, meskipun telah terjadi peubahan-perubahan yang radikal dalam masyarakat industri. Jurang antara pandangan komunis dengan dunia yang sebenarnya semakin hari makin tambah luas. Jurang ini mungkin tempat perikemanusiaan akan jatuh.<br />
Titik tolak ialah sebuah teori tentang dinamika sejarah. Marx percaya, seperti telah kita ketahui bahwa unsur yang memutuskan dalam kehidupan manusia ialah keadaan kebendaan di dalam manusia bekerja mencari hidup mereka. Dimasa Marx sendiri, komunisme menurut pikirannya telah mulai bergerak dalam kandungan permulaan kapitalisme dan lamanya pergolakan yang timbul dengan kelahirannya, ia akan menang, karena ia mewakili tenaga sejarah yang memutuskan yang tak dapat dilawan. Akan tetapi pada titik ini, dialektika telah menyelesaikan tugasnya, dan sejarah berhenti. Semua perjuangan kelas dimasa yang lalu, menurut rumusan Marx, didasarkan atas pengawasan eklusif milik kelompok-kelompok yang mempunyai hak-hak istimewa.<br />
Komunisme dengan singkat adalah tragedi dari pikiran-pikiran yang terlepas dari pautan fakta yang wajar. Dimasa Marx sendiri, seluruh analisa dan strateginya didasarkan pada tingkat pertama pemupukan modal – sebuah masa yang gelap ditiap masyarakat manapun juga. Dan kemudian dimasa Lenin doktrin-doktrinnya telah disusun pada tingkat terakhir penjajahan Barat. Sekarang kedua tingkat ini telah menjadi sejarah.<br />
PD I telah menghancurkan apa yang baru dimulai. Tahun 1917 seluruh susunan Rusia Tsaris yang rapuh itu runtuh terjepit antara sebuah susunan masyarakat yang sedang runtuh dan sebuah susunan masyarakat yang masih belum dilahirkan. Kekacauan universal ini memberikan kesempatan kepada Lenin dari kaum minoritas Bolsewiknya yang bertetap hati itu untuk merebut kekuasaan. Kemudian mereka melihat diri mereka mengepalai sebuah negeri yang amat luas, akan tetapi tanpa doktrin yang dapat mereka Pakai Marx berpikir bahwa revolusi hanya akan timbul jika alat-alat industri yang luas dan dibina olah kaum borjuis telah tercipta sepenuhnya. Hal ini sama sekali tidak ada di Rusia pada tahun 1918. orang Bolsewik mencoba komunis murni untuk waktu yang singkat dan menyerahkan pabrik-pabrik pada kaum buruh. Hal ini tidak berhasil. Lenin terpaksa mengembalikan untuk setingkat tertentu usaha swasta (free enterprise) di bawah politik ekonomi barunya. Menurut Lenin seandainya politik Rusia tidak lebih maju dari kekacauan selama sepuluh tahunnya yang pertama maka semua orang akan melihat komunisme sebagai sebuah tenaga yang meliputi dunia.</p>
<p>Sumbangan Stalin ialah industrialisasi Rusia secara paksa. Ia mencampurkan 2 tradisi yaitu pengalaman industri dan teknik-teknik yang di coba di bawah “free enterprise” di Barat dan “cara produksi Asia” yang tradisional yang didasarkan atas pengawasan sentral, pencernaan oleh negara, dan sebuah birokrasi raksasa. Di bawah politik yang sedemikian keras maka kelihatan seakan tak ada sesuatu batas mengenai simpanan yang dapat dihisap dari rakyat. Tahun-tahun 30-an merupakan masa penindasan yang ganas dan keganasan bagi berjuta-juta orang Rusia. Akan tetapi dasar sebuah alat industri yang besar telah diletakkan pada waktunya untuk menentang invasi Nazi.</p>
<p>Komunisme sebagai sebuah sistem telah memperlihatkan kepada kita bahwa ia dapat melakukan lebih banyak dari hanya mendorong masyarakat dengan kecepatan yang luar biasa menembus “pagar suara” moderniosasi. Akan tetapi di suatu pihak ribuan masalah tetap ada yang terutama sekali ialah masalah dari sebuah perekonomian yang cukup fleksibel dan cukup perasa untuk memberikan kepada rakyat biasa barang-barang yag mereka sangat diperlukan. Untuk ini perekonomian pasaran adalah alat  perencanaan birokrasi yang lebih baik.<br />
Komunis sama sekali salah memahami masalah utama kekuasaan. Dengan bertumpu pada khayal kekanak-kanakan seperti “matinya negara menjadi layu”, ia telah membiarkan konsentrasi kekuasaan politik dan ekonomi timbul di negara komunis melebihi lagi dari tirani-tirani Timur yang menjadi contohnya itu. Kekuassan mutlak masih mengkorupsikan secara mutlak pula, dan laporan Kruschev tentang kejahatan-kejahatan Stalin di waktu kongres partai yang ke-20 hanyalah merupakan laporan membosankan mengenai kelaziman dan kejahatan-kejahatan tradisional seorang despot.<br />
Dan bukan hanya masyarakat di dalam negeri yang menanggung resiko dan hukuman-hukuman yang sangat dari kekuasaan yang tidak terbatas. Pemerintah yang tidak menghormati sesuatu pembatasan mengenai kekuasaan didalam negerinya sendiri, cenderung pula untuk bersikap diluar hukum dalam hubungan-hubungan di luarnya.<br />
Betapapun mereka menyebutkan sikap internalis pemerintah Soviet dan Cina, berdiri teguh diatas dasar prinsip kedaulatan dan kekuasaan negara yang tidak terbatas. Mereka berbuat demikian di abad atom, ketika semua hak negara yang tidak terbatas untuk melakukan apa saja yang mereka kehandaki tanpa bisa dielakan menimbulkan bencana yang akan membinasakan mereka semua.</p>
<p><strong>D.Negara yang pernah ditubuhnya berpegang dengan faham komunis:</strong><br />
1. Kesatuan Soviet (Kesatuan Republik Sosialis Soviet)<br />
2. China (RRC)<br />
3. Cuba (Republik Cuba)<br />
4. Laos (Republik Demokratik Rakyat Laos)<br />
5. Vietnam (Republik Sosialis Vietnam)<br />
6. Korea Utara (Republik Demokratik Rakyat Korea)<br />
7. Yaman Selatan (Republik Demokratik Rakyat Yaman)<br />
8. Myanmar/Burma (Republik Sosialis Kesatuan Burma)<br />
9. Kamboja/Kampuchea (Demokratik Kampuchea)</p>
<p>Lima (5) diantanya sampai saat ini masih memerintah dibawah komunis yaitui :<br />
1. China<br />
2. Laos<br />
3. Vietnam<br />
4. Cuba<br />
5. Korea Utara</p>
<p>Komunisme merujuk kepada fahaman politik dimana rakyat mempunyai kuasa mutlak untuk mnentadbir negra dan segala produk keluaran negara menjadi milik bersama rakyat. Karl Marx dan Friedrich Engel peng-asas komunis yang paling penting. Era kegemilangan komunis ialah antara akhir PD II dan tahun 90-an, apabila komunis jatuh di Kesatuan Soviet.<br />
Walaupun demikian fahaman komunis yang diperjuangkan dahulu sudah mulai luntur dimamah usia selepas pencetusannya. Hal ini dapat dilihat di negara China, polisi pemerintah Cina terhadap pelabur (kapitalis) yang menganggap musuh rakyat telah berubah semenjak tahun 90-an.</p>
<p><strong>E. Pandangan orang Indonesia tentang Komunisme<br />
</strong>    Kalau orang Indonesia ditanya mengapa saudara menentang komunisme, kemungkinan tidak bisa mnejawab, kecuali mengatakan hal-hal klise, seperti komunisme itu ateistis, anti ketuhanan. Atau, mungkin takut berbeda pendapat, padahal ia harus menyanyikan lagu yang sama, nyanyian anti-komunisme. Jadi orang Indonesia “naif” karena menentang komunisme tanpa memahami perihal komunisme.<br />
Supaya kita tidak naif , komunisme perlu dipelajari. Ia bukan momok. Sekolah-sekolah, setidaknya perlu mengenalinya, bukan untuk menganutnya, tetapi untuk menolaknya secara sadar. Dengan mengenalinya kita justru memperkuat kedudukan Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Dengan mengenalinya, kita tidat dapat lagi ditipu oleh orang-orang atau gerakan-gerakan komunis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/4gusetiyo.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/4gusetiyo.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=20&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/komunisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/121fbca02f6c6ca84dd37a1ee859e805?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">4gusetiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parkir Oh Parkir</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/parkir-oh-parkir/</link>
		<comments>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/parkir-oh-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 09:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4gusetiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tugas MK BimKar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/parkir-oh-parkir/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda termasuk pemilik motor atau mobil? Pernahkah anda menaruh (parkir) mobil anda atau kendaraan anda ditempat-tempat umum? Apa yang terjadi saat anda akan menggunakan kembali kendaraan anda sendiri? Anda pasti didatangi oleh seseorang yang dengan isyaratnya secara tidak langsung meminta kepada anda untuk menyerahkan uang sumbangan atas jasa dia/mereka yang telah ia lakukan yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=19&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda termasuk pemilik motor atau mobil? Pernahkah anda menaruh (parkir) mobil anda atau kendaraan anda ditempat-tempat umum? Apa yang terjadi saat anda akan menggunakan kembali kendaraan anda sendiri?<span id="more-19"></span> Anda pasti didatangi oleh seseorang yang dengan isyaratnya secara tidak langsung meminta kepada anda untuk menyerahkan uang sumbangan atas jasa dia/mereka yang telah ia lakukan yaitu menjaga keamanan mobil atau motor anda saat anda tadi meninggalkan kendaraan anda. Benar tidak??? Jawaban ada dihati anda-anda yang mempunyai kendaraan dan pernah parkir ditempat umum yang ada penjaga parkirnya (terutama dipinggir jalan raya kawasan Banjarmasin).</p>
<p>Hal yang demikian (pungkir atau pungutan parkir) sangat wajar dalakukan karena selain sebagai imbalan atas jasa mereka yang telah menjagakan kendaraan anda juga disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan terutama di daerah Banjarmasin. <!--more-->jadi seolah-olah hal ini merupakan suatu lapangan pekerjaan. Gimana tidak wong menghasilkan uang, ya kan? Coba anda lihat dimana dibangun atau dibuka mini market supermarket, PKL, Warung makan, Ruko, atau apa sajalah yang nantinya banyak pelanggan atau pengunjung datang dan memakir kendaraannya pasti tidak lama kemudian akan datang orang atau beberapa orang untuk memasang parkir ditempat tersebut.</p>
<p>Yang perlu kita  soroti bukan besar atau kecilnya biaya yang dipungut,. Tapi letak tempat dan tanggung jawab mereka terhadap kendaraaan yang diparkir masih diragukan. Apakah benar-benar bertanggunag jawab penuh terhadap kendaraan yang dijaganya? Gimana kalo seandainya terjadi kerusakan atau kehilangan? Mungkin kalo ditempat-tempat parkir yang sifatnya agak resmi contohnya seperti di Duta Mall dan Bandara, tanggunng jawab mereka dapat dipercaya karena pegawainya di gaji oleh intansi terkait dan mengggunakan sistem komputerisasi.</p>
<p>Ambil saja contoh, coba anda sekali-kali makan di warung PKL yang terjejer di sepanjang Kannyutangi, Sotoyo S, S.Parman, atau mana saja di kawasan Banjarmasin dan yang berada di pinggir jalan raya. Letak kendaraan anda dengan tempat duduk anda dipastikan tidak terlalu jauh. Dengan kata lain anda bisa saja melihati atau menjaga kendaraan anda sendiri tanpa harus minta bantuan tukang parkir. Nah disilah letak permasalahannya. Apakah setiap kali kita berhenti dan berbelanja harus bayar, memangnya jalan raya itu milik siapa? Milik mereka*?(tukang parkir) Kalo iya mereka beli kepada siapa? Dengan harga berapa?</p>
<p>Permasalahnya seperti ini erat kainnya dengan ketersediaaan lapangan pekerjaan yang ada dengan jumlah penduduik di suatu daerah. Artinya premanisme yang mengatas namakan sebagai tukang parkir di pingggir jalan akan berkurang bila lapangan pekerjaan yang ada cukup banyak atau paling tidak seimbang sengan jumlah penduduk itu menurut saya, gimana menurut anda sebagai calon pemimpin negara?</p>
<p>Ternyata permasalahan parkir memakir ini terjadi juga di tempat dimana orang yang sedang melaksanakan ibadah (mesjid-mesjid), menuntut ilmu (kampus-kampus). Sebut saja Universitas Lambung Mangkurat terutama FKIP. Disana setiap mahasiswa/i yang memakir sepeda motornya atau mobil (tapi sepertinya belum ada) setiap keluar masuk dari area FKIP harus bayar. Padahal kalo dipikir-pikir itukan kampus punya mereka, yang kuliah disitu mereka juga. Kenapa harus bayar parkir memakir? Bener tidak? Ok! lah mungkin itu permasalahan yang belum terselesaikan sampai sekarang. Hal tersebut mungkin dinikmati saja oleh sebagian besar mahasiswa/i FKIP-UNLAM yang mempunyai sedikit uang lebih,  tapi rasanya tidak! Kerena  setiap kali mereka akan keluar dari kampus mereka sendiri, mereka selalu mengeluh dengan adanya pungutan parkir tersebut. Apalagi mahasiswa yang tidak mempunyai uang lebih.</p>
<p>Satu lagi, seandainya dana parkir tersebut dikelola dengan baik dan digunakan sebagai mana  mestinya, mungkin sekali lagi mungkin, tidak akan banyak komentar dengan masalah pungutan tersebut. Lihat saja helm, hilang saja  mereka tidak bertanggung jawab. Apakah itu yang disebut dengan penjaga keamanan? Gimana nantinya seandainya ada kendaran yang hilang? Apakah sama nasipnya dengan hilangnya helm tadi?</p>
<p>Dengar-dengar dana dari perolehan parkir tersebut dugunakan sepenuhnya untuk kegiatan mahasiswa. Artinya fakultas tidak lagi menerima kontribusi dari dana parkir tersebut. Nach, yang jadi pertanyaan kemana dananya? Kegiatan mahasiswa saja lebih banyak mahasiswanya sendiri yang mensubsidi. Apakah itu PKL, Buka Puasa, Seminar, dan masih banyak kegiatan mahasiswa lainnya. Disini peran BEM sebagai sebagai lembaga tertinggi mahasiswa di tingkat fakultas harus pandai mengelolanya, tapi yakinlah dibawah kendali Bapak Dekan yang baru ini dan pengrus BEM yang profesional semuanya akan teratasi. Amien.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/4gusetiyo.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/4gusetiyo.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=19&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/21/parkir-oh-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/121fbca02f6c6ca84dd37a1ee859e805?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">4gusetiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Tamu</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/buku-tamu/</link>
		<comments>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/buku-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 08:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4gusetiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/buku-tamu/</guid>
		<description><![CDATA[  Silahkan isi buku tamu ini agar saya tahu siapa anda, terima kasih. Buku tamu ini disediakan untuk memudahkan pengunjung. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=9&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img src="http://4gusetiyo.files.wordpress.com/2007/11/th_foto0431.thumbnail.jpg?w=420" /> </p>
<p align="left">Silahkan isi buku tamu ini agar saya tahu siapa anda, terima kasih. Buku tamu ini disediakan untuk memudahkan pengunjung. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/4gusetiyo.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/4gusetiyo.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=9&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/buku-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/121fbca02f6c6ca84dd37a1ee859e805?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">4gusetiyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4gusetiyo.files.wordpress.com/2007/11/th_foto0431.thumbnail.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Proposal</title>
		<link>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/proposal/</link>
		<comments>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/proposal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 07:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>4gusetiyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/proposal/</guid>
		<description><![CDATA[“METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007” Oleh : Agus Setiyo Utomo A1A104053 Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 2007 I.JUDUL SKRIPSI METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007 II.LATAR BELAKANG MASALAH Dari masa kemasa perkembagan manusia hampir tidak dapat dihitung. Seiring [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=8&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">“METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007”</p>
<p style="text-align:center;">Oleh : Agus Setiyo Utomo<br />
A1A104053
</p>
<p style="text-align:center;">Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 2007</p>
<p><span style="font-weight:bold;">I.JUDUL SKRIPSI</span><br />
METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007</p>
<p><strong>II.LATAR BELAKANG MASALAH</strong><br />
Dari masa kemasa perkembagan manusia hampir tidak dapat dihitung. Seiring dengan itu jenjang pendidikan dinilai masih belum bisa menjangkau tujuan dan fungsinya sebagai penumpas kebodohan. Metode pembelajaran sejarah khusunya pada tingkat SLTP dan pendidikan setara lainya merupakan hal yang sering di no2-kan, namun jika kita tidak mengkaji dan mendalami maka pembelajaran sejarah pada tingkat SLTP jauh dari apa yang diharapkan. Disini akan dibahas bagaimana metode yang sesuai dengan karakteristik individu setingkat SLTP.Sebagian besar guru/orang beranggapan bahwa mengajar di tingkat SLTP lebih mudah dibandingkan dengan mengajar di tingkat SLTA. Namun pada hakikatnya hal tersebut tidak selalu benar. Hal ini terbukti dengan adanya pemahaman khusus mengenai jiwa dan posisi siswa pada tingkat SLTP.</p>
<p><span id="more-8"></span>Setiap individu siswa setingkat SLTP mempunyai sifat kekanak-kanakan yang mirip dengan siswa Sekolah Dasar. Dalam menghapi hal yang demikian itu sebagai seorang guru yang baik harus tahu bagaimana dan dimana posisinya. Siswa/murid setingkat SLTP masih memerlukan bimbingan lebih. Dalam arti bahwa dalam pembelajaran sehari-hari terutama sejarah harus menggunakan metode yang mudah dimengerti oleh siswa. Misalnya dalam menjelaskan materi kita harus menghidupkan imajinasi siswa dengan pengunanaan media yang relevan. Karena tingkat imajinasi seseorang berbeda. Sebagai contoh imajinasi anak SLTA jauh lebih luas dibandingkan dengan anak SLTP. Dengan demikian pengembangan metode yang mengarah pada pengambaran imajinasi pada anak setingkat SLTP sangat perlu untuk dipelajari sehingga nantinya dalam penyampaian materi pelajaran mudah diterima oleh siswa.Siswa/anak setingkat SLTP bisa dibilang masih dalam masa transisi pencarian jati dirinya yang sebenarnya. Hal tersebut harus benar-benar diperhatikan dengan seksama baik itu dirumah maupun disekolah. Peran guru di sekolah hendaknya mampu membawa jiwa dan kepribadian siswa/anak terbangun dengan baik. Masa transisi adalah masa peralihan dimana orang sedang memikirkan dan mencari karakteristik dirinya.</p>
<p><strong>III.TUJUAN PENULISAN</strong></p>
<p>Dengan adanya karya ilmiah ini diharapkan:</p>
<p>1.Untuk memnuhi tugas akhir jenjang pendidikan Strata satu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat</p>
<p>2.Dengan mengetahui metode pembelajaran sejarah tingkat SLTP, diharapkan seorang guru mampu mengajar dengan baik dan benar terutama penggunaan metode pembelajaran khusunya pelajaran sejarah. 3. Mengetahui apa dan bagaimana metode pembelajarn sejarah tingkat SLTP yang relevan dengan karakteristik anak setingkat SLTP.</p>
<p>4.Karena penulis adalah seorang calon guru maka dengan adanya tulisan ini maka mudah-mudahan untuyk kedepannya penulis mampu menerapkan apa yang sudah ditulis.</p>
<p><strong>IV.BATASAN MASALAH</strong></p>
<p>Penulis membatasi permasalahan yang ada dengan garis besarnya sabgai berikut:</p>
<p>1.Penyampaian materi pelajaran sejarah dengan menggunakan metode ceramah (baik itu ceramah biasa maupun ceramah variasi)</p>
<p>2.Penggunaan metode tanya jawab disertai penjelasan ringkas.</p>
<p>3.Penggunaan metode diskusi.</p>
<p>4.Manfaat penggunaan alat peraga dengan metode yang digunakan.</p>
<p><strong>V.MANFAAT PENULISAN</strong></p>
<p>Setelah nantinya penulisan judul skripsi ini disetujui dan di garap dengan baik, penulis berharap semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi penulis sendiri.</p>
<p><strong>VI.METODE PENULISAN</strong></p>
<p>Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan pengumpulan data dan wawancara.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/4gusetiyo.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/4gusetiyo.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=4gusetiyo.wordpress.com&amp;blog=1998864&amp;post=8&amp;subd=4gusetiyo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://4gusetiyo.wordpress.com/2007/11/20/proposal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/121fbca02f6c6ca84dd37a1ee859e805?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">4gusetiyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
