Ada apa dengan kita??

21/01/2008

Sejarah, Pertama kali di Arsip Daerah

Diarsipkan di bawah: Artikel, Tugas MK BimKar — 4gusetiyo @ 8:22 am

Dalam kunjungan yang pertama kali di Arsip daerah Mahasiswa Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu wajahnya nampak berseri dan bersemangat. Walaupun dengan sambutan yang begitu hangat namun ramah para Arsiparis tetap menjalankan tugasnya sebagai mana mestinya. Pertama-tama kami (±40 orang dari mahasiswa sejarah) berkumpul disuatu ruang (Ruang D) sebelum kami melihat arsip-arsip yang disimpan dan mencari tahu bagaimana cara atau teknik penyimpanannya. Di ruang D tersebut diperkenalkan para staf yang menangani arsip-arsip daerah yang bertemat di Bajarbaru oleh Ibu Mawar, mulai dari ketua, wakil, sekretaris dan para Arsiparisnya.

Dalam kesempatan itu mulailah terjalin hubungan kerjasama antara Dinas Arsip Daerah dengan mahasiswa terutama Prodi sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP-UNLAM) Banjarmasin. Hal tersebut disampaiakan oleh Bapak Dr. Hery Porda NP, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unlam, Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd dan Drs. Bambang Subiyakto selaku Dosen serta pengasuh mata kuliah Bimbingan Karya Ilmiah FKIP-Unlam.

Setelah acara perkenalan berakhir maka tiba saatnya menelusuri dan melihat cara, jenis dan manfaat dari arsip. Arsip yang diterima dari berbagai intansi pemerintahan dikumpulkan dan dipilah menurut jenis intansi dan angka tahunnya. Kemudian setelah dipilah-pilah sesuai dengan prosedur yang ada maka arsip itu disimpan untuk kemudian digunakan sesuai fungsinya masing-masing.

Arsip yang sudah diolah terbagi jenisnya menjadi:
Arsip konvensional : Berupa catatan yang berbahan dasar kertas atau sejenisnya.
Arsip media baru : Arsip-arsip yang berasal dari media modern seperti Hardrive, Flash Disk, Disket, dan sejenisnya biasanya berupa gambar dan video.
Menurut sifatnya ada arsip yang bersifat permanen dan non permanaen. Arsip permanen adalah arsip yang disimpan selamanya. Arsip ini biasanya bersifat dan berbau peristiwa sejarah sehingga penting untuk dijaga keasliannya. Sedangkan arsip non permanen adalah arsip yang penyimpanannya hanya sekian tahun saja (menurut jenis arsip dan intansi arsip itu berasal) setelah diperkirakan tidak layak untuk disimpam lagi maka arsip-arsip non permanen itu dilakukan penyusutan dengan cara di cacah/dipotong-potong, dibubur daan dibakar. Namun bapak Samadi yang merupakan senior arsiparis Banjarbaru menganjurkan kalau bisa cara penyusustan arsip dengan cara dibakar jangan sampai terjadi karena akan menimbulkan polusi udara, beliau menyarankan dengan cara dicacah atau dibubur selain tidak menimbulkan polusi arsip yang sudah tidak berguna itu ada manfaaatnya.

1 Komentar »

  1. tulisannya bagus, jangan lupa main2 ke blogku jalian.wordpress.com.

    Komentar oleh jalian — 28/01/2008 @ 2:57 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.

Blog pada WordPress.com.