Ada apa dengan kita??

21/11/2007

Komunisme

Diarsipkan di bawah: Tugas Kuliah — 4gusetiyo @ 9:32 am

A.Konsep dan Pengertian Komunisme
Komunisme adalah suatu ideologi didunia, selian kapitalis dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereke itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
Istilah komunisme sering dicampuradukan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis diseluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme Leninisme”.
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran partai komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai “think-tank”. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi “tumpul” dan tidak lagi diminati.
Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti Liberalis.
Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan Laos.

B.Ciri p|Pokok Komunisme

  1. Sifatnya atheis tidak mengimani adanya Tuhan. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau berfikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berfikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
  2. Kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna lagi seperti rongsokan mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
  3. Mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). Selain pada tahun 1927 mengadakan pembersihan kaum feodal atau tuan tanah.
  4. Mempunyai doktrin the permanent atau continous revolusion (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go International.
  5. Mempunyai program tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa jelas, dan semua orang sama.
  6. Dalam dunia politik komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu komunis.

C.Faham Komunisme
Untuk dapat memahami hempasan modern Komunisme, kita harus mengulangi kembali beberapa fakta yang telah kita lukiskan terlebih dahulu. Salah sebuah diantaranya ialah proses yang memungkinkan penabungan cukup banyak modal guna mendorong revolusi Industri, yang lain ialah akibat revolusi itu ketika ia meluas melewati samudra Atlantik dan memeluk sekuruh rakyat dunia. Dalam kedua hal tersebut, telah kita lihat, prosesnya mengandung banyak yang ganas, tanpa perhitungan dan berbencana; Komunisme merupakan jawaban terhadap pergolakan-pergolakan ini, dan dirinya sendiri pun adalah ganas dan berbencana pula, walaupun ia mengakui telah menemukan hukum-hukum sejarah yang “objektif’ ia pun sebagian besar tidak berbencana dan buta.
Komunisme telah berumur 100 tahun lebih. Meskipun demikian pokok-pokok pikirannya mengenai masyarakat industri tidak berubah, meskipun telah terjadi peubahan-perubahan yang radikal dalam masyarakat industri. Jurang antara pandangan komunis dengan dunia yang sebenarnya semakin hari makin tambah luas. Jurang ini mungkin tempat perikemanusiaan akan jatuh.
Titik tolak ialah sebuah teori tentang dinamika sejarah. Marx percaya, seperti telah kita ketahui bahwa unsur yang memutuskan dalam kehidupan manusia ialah keadaan kebendaan di dalam manusia bekerja mencari hidup mereka. Dimasa Marx sendiri, komunisme menurut pikirannya telah mulai bergerak dalam kandungan permulaan kapitalisme dan lamanya pergolakan yang timbul dengan kelahirannya, ia akan menang, karena ia mewakili tenaga sejarah yang memutuskan yang tak dapat dilawan. Akan tetapi pada titik ini, dialektika telah menyelesaikan tugasnya, dan sejarah berhenti. Semua perjuangan kelas dimasa yang lalu, menurut rumusan Marx, didasarkan atas pengawasan eklusif milik kelompok-kelompok yang mempunyai hak-hak istimewa.
Komunisme dengan singkat adalah tragedi dari pikiran-pikiran yang terlepas dari pautan fakta yang wajar. Dimasa Marx sendiri, seluruh analisa dan strateginya didasarkan pada tingkat pertama pemupukan modal – sebuah masa yang gelap ditiap masyarakat manapun juga. Dan kemudian dimasa Lenin doktrin-doktrinnya telah disusun pada tingkat terakhir penjajahan Barat. Sekarang kedua tingkat ini telah menjadi sejarah.
PD I telah menghancurkan apa yang baru dimulai. Tahun 1917 seluruh susunan Rusia Tsaris yang rapuh itu runtuh terjepit antara sebuah susunan masyarakat yang sedang runtuh dan sebuah susunan masyarakat yang masih belum dilahirkan. Kekacauan universal ini memberikan kesempatan kepada Lenin dari kaum minoritas Bolsewiknya yang bertetap hati itu untuk merebut kekuasaan. Kemudian mereka melihat diri mereka mengepalai sebuah negeri yang amat luas, akan tetapi tanpa doktrin yang dapat mereka Pakai Marx berpikir bahwa revolusi hanya akan timbul jika alat-alat industri yang luas dan dibina olah kaum borjuis telah tercipta sepenuhnya. Hal ini sama sekali tidak ada di Rusia pada tahun 1918. orang Bolsewik mencoba komunis murni untuk waktu yang singkat dan menyerahkan pabrik-pabrik pada kaum buruh. Hal ini tidak berhasil. Lenin terpaksa mengembalikan untuk setingkat tertentu usaha swasta (free enterprise) di bawah politik ekonomi barunya. Menurut Lenin seandainya politik Rusia tidak lebih maju dari kekacauan selama sepuluh tahunnya yang pertama maka semua orang akan melihat komunisme sebagai sebuah tenaga yang meliputi dunia.

Sumbangan Stalin ialah industrialisasi Rusia secara paksa. Ia mencampurkan 2 tradisi yaitu pengalaman industri dan teknik-teknik yang di coba di bawah “free enterprise” di Barat dan “cara produksi Asia” yang tradisional yang didasarkan atas pengawasan sentral, pencernaan oleh negara, dan sebuah birokrasi raksasa. Di bawah politik yang sedemikian keras maka kelihatan seakan tak ada sesuatu batas mengenai simpanan yang dapat dihisap dari rakyat. Tahun-tahun 30-an merupakan masa penindasan yang ganas dan keganasan bagi berjuta-juta orang Rusia. Akan tetapi dasar sebuah alat industri yang besar telah diletakkan pada waktunya untuk menentang invasi Nazi.

Komunisme sebagai sebuah sistem telah memperlihatkan kepada kita bahwa ia dapat melakukan lebih banyak dari hanya mendorong masyarakat dengan kecepatan yang luar biasa menembus “pagar suara” moderniosasi. Akan tetapi di suatu pihak ribuan masalah tetap ada yang terutama sekali ialah masalah dari sebuah perekonomian yang cukup fleksibel dan cukup perasa untuk memberikan kepada rakyat biasa barang-barang yag mereka sangat diperlukan. Untuk ini perekonomian pasaran adalah alat perencanaan birokrasi yang lebih baik.
Komunis sama sekali salah memahami masalah utama kekuasaan. Dengan bertumpu pada khayal kekanak-kanakan seperti “matinya negara menjadi layu”, ia telah membiarkan konsentrasi kekuasaan politik dan ekonomi timbul di negara komunis melebihi lagi dari tirani-tirani Timur yang menjadi contohnya itu. Kekuassan mutlak masih mengkorupsikan secara mutlak pula, dan laporan Kruschev tentang kejahatan-kejahatan Stalin di waktu kongres partai yang ke-20 hanyalah merupakan laporan membosankan mengenai kelaziman dan kejahatan-kejahatan tradisional seorang despot.
Dan bukan hanya masyarakat di dalam negeri yang menanggung resiko dan hukuman-hukuman yang sangat dari kekuasaan yang tidak terbatas. Pemerintah yang tidak menghormati sesuatu pembatasan mengenai kekuasaan didalam negerinya sendiri, cenderung pula untuk bersikap diluar hukum dalam hubungan-hubungan di luarnya.
Betapapun mereka menyebutkan sikap internalis pemerintah Soviet dan Cina, berdiri teguh diatas dasar prinsip kedaulatan dan kekuasaan negara yang tidak terbatas. Mereka berbuat demikian di abad atom, ketika semua hak negara yang tidak terbatas untuk melakukan apa saja yang mereka kehandaki tanpa bisa dielakan menimbulkan bencana yang akan membinasakan mereka semua.

D.Negara yang pernah ditubuhnya berpegang dengan faham komunis:
1. Kesatuan Soviet (Kesatuan Republik Sosialis Soviet)
2. China (RRC)
3. Cuba (Republik Cuba)
4. Laos (Republik Demokratik Rakyat Laos)
5. Vietnam (Republik Sosialis Vietnam)
6. Korea Utara (Republik Demokratik Rakyat Korea)
7. Yaman Selatan (Republik Demokratik Rakyat Yaman)
8. Myanmar/Burma (Republik Sosialis Kesatuan Burma)
9. Kamboja/Kampuchea (Demokratik Kampuchea)

Lima (5) diantanya sampai saat ini masih memerintah dibawah komunis yaitui :
1. China
2. Laos
3. Vietnam
4. Cuba
5. Korea Utara

Komunisme merujuk kepada fahaman politik dimana rakyat mempunyai kuasa mutlak untuk mnentadbir negra dan segala produk keluaran negara menjadi milik bersama rakyat. Karl Marx dan Friedrich Engel peng-asas komunis yang paling penting. Era kegemilangan komunis ialah antara akhir PD II dan tahun 90-an, apabila komunis jatuh di Kesatuan Soviet.
Walaupun demikian fahaman komunis yang diperjuangkan dahulu sudah mulai luntur dimamah usia selepas pencetusannya. Hal ini dapat dilihat di negara China, polisi pemerintah Cina terhadap pelabur (kapitalis) yang menganggap musuh rakyat telah berubah semenjak tahun 90-an.

E. Pandangan orang Indonesia tentang Komunisme
Kalau orang Indonesia ditanya mengapa saudara menentang komunisme, kemungkinan tidak bisa mnejawab, kecuali mengatakan hal-hal klise, seperti komunisme itu ateistis, anti ketuhanan. Atau, mungkin takut berbeda pendapat, padahal ia harus menyanyikan lagu yang sama, nyanyian anti-komunisme. Jadi orang Indonesia “naif” karena menentang komunisme tanpa memahami perihal komunisme.
Supaya kita tidak naif , komunisme perlu dipelajari. Ia bukan momok. Sekolah-sekolah, setidaknya perlu mengenalinya, bukan untuk menganutnya, tetapi untuk menolaknya secara sadar. Dengan mengenalinya kita justru memperkuat kedudukan Pancasila sebagai dasar filsafat negara. Dengan mengenalinya, kita tidat dapat lagi ditipu oleh orang-orang atau gerakan-gerakan komunis.

1 Komentar »

  1. GUs, kabarnya HIMASE punya saingan KDMS 05 ya?
    let,s back to the right way!

    Komentar oleh batangbanyu — 18/12/2007 @ 4:19 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.

Blog pada WordPress.com.