“METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007”
Oleh : Agus Setiyo Utomo
A1A104053
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 2007
I.JUDUL SKRIPSI
METODE PEMBELAJARAN SEJARAH TINGKAT SLTP di KABUPATEN TANAH BUMBU 2004-2007
II.LATAR BELAKANG MASALAH
Dari masa kemasa perkembagan manusia hampir tidak dapat dihitung. Seiring dengan itu jenjang pendidikan dinilai masih belum bisa menjangkau tujuan dan fungsinya sebagai penumpas kebodohan. Metode pembelajaran sejarah khusunya pada tingkat SLTP dan pendidikan setara lainya merupakan hal yang sering di no2-kan, namun jika kita tidak mengkaji dan mendalami maka pembelajaran sejarah pada tingkat SLTP jauh dari apa yang diharapkan. Disini akan dibahas bagaimana metode yang sesuai dengan karakteristik individu setingkat SLTP.Sebagian besar guru/orang beranggapan bahwa mengajar di tingkat SLTP lebih mudah dibandingkan dengan mengajar di tingkat SLTA. Namun pada hakikatnya hal tersebut tidak selalu benar. Hal ini terbukti dengan adanya pemahaman khusus mengenai jiwa dan posisi siswa pada tingkat SLTP.
Setiap individu siswa setingkat SLTP mempunyai sifat kekanak-kanakan yang mirip dengan siswa Sekolah Dasar. Dalam menghapi hal yang demikian itu sebagai seorang guru yang baik harus tahu bagaimana dan dimana posisinya. Siswa/murid setingkat SLTP masih memerlukan bimbingan lebih. Dalam arti bahwa dalam pembelajaran sehari-hari terutama sejarah harus menggunakan metode yang mudah dimengerti oleh siswa. Misalnya dalam menjelaskan materi kita harus menghidupkan imajinasi siswa dengan pengunanaan media yang relevan. Karena tingkat imajinasi seseorang berbeda. Sebagai contoh imajinasi anak SLTA jauh lebih luas dibandingkan dengan anak SLTP. Dengan demikian pengembangan metode yang mengarah pada pengambaran imajinasi pada anak setingkat SLTP sangat perlu untuk dipelajari sehingga nantinya dalam penyampaian materi pelajaran mudah diterima oleh siswa.Siswa/anak setingkat SLTP bisa dibilang masih dalam masa transisi pencarian jati dirinya yang sebenarnya. Hal tersebut harus benar-benar diperhatikan dengan seksama baik itu dirumah maupun disekolah. Peran guru di sekolah hendaknya mampu membawa jiwa dan kepribadian siswa/anak terbangun dengan baik. Masa transisi adalah masa peralihan dimana orang sedang memikirkan dan mencari karakteristik dirinya.
III.TUJUAN PENULISAN
Dengan adanya karya ilmiah ini diharapkan:
1.Untuk memnuhi tugas akhir jenjang pendidikan Strata satu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat
2.Dengan mengetahui metode pembelajaran sejarah tingkat SLTP, diharapkan seorang guru mampu mengajar dengan baik dan benar terutama penggunaan metode pembelajaran khusunya pelajaran sejarah. 3. Mengetahui apa dan bagaimana metode pembelajarn sejarah tingkat SLTP yang relevan dengan karakteristik anak setingkat SLTP.
4.Karena penulis adalah seorang calon guru maka dengan adanya tulisan ini maka mudah-mudahan untuyk kedepannya penulis mampu menerapkan apa yang sudah ditulis.
IV.BATASAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan yang ada dengan garis besarnya sabgai berikut:
1.Penyampaian materi pelajaran sejarah dengan menggunakan metode ceramah (baik itu ceramah biasa maupun ceramah variasi)
2.Penggunaan metode tanya jawab disertai penjelasan ringkas.
3.Penggunaan metode diskusi.
4.Manfaat penggunaan alat peraga dengan metode yang digunakan.
V.MANFAAT PENULISAN
Setelah nantinya penulisan judul skripsi ini disetujui dan di garap dengan baik, penulis berharap semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi penulis sendiri.
VI.METODE PENULISAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan pengumpulan data dan wawancara.